Subhanallah! Ternyata Rasullulah Pernah Menyebut dan Mencintai Bangsa Indonesia?

BacaIntisari - Rasulullah Nabi Muhammad Saw pernah menyebut bangsa Indonesia dan mencintai bangsa Indonesia. Hal itu berasal dari salah satu guru, Prof Dr Al Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki dan Al Allamah al 'Arif billah Syaikh Utsman, bersama rombongan ulama berkunjung dan berziarah di Makam Rasulullah Saw.

Cerita dan kisah ini dilansir dari Islamcendekia dari berbagai sumber. Belum tahu fakta dan kebenaran kisah ini, tapi cerita ini tersebar secara viral di berbagai media sosial dan diyakini sebagai sebuah kebenaran.

Al-‘Allamah Al-‘Arifbillah Syaikh Syaikh Utsman

Berlanjut ke kisah ketika as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki berziarah di makam Kanjeng Nabi Muhammad saw bersama rombongan. Suatu ketika, beliau terbuka mata batinnya. Beliau diberikan kasyaf oleh Allah sehingga terbukalah hijab, sehingga bertemu dengan Rasulullah Saw. 

Beliau melihat ada banyak orang yang berkerumun di belakang Nabi Muhammad Saw. Beliau bertanya kepada Rasulullah, "Ya... Rasulullah, siapa orang-orang itu?"

"Mereka adalah umatku yang aku sangat cintai," jawab Rasulullah.

Sebagian kelompok yang banyak jumlahnya, ditanyakan beliau. "Ya... Rasulullah, siapa mereka yang berkelompok begitu banyak itu?"

"Mereka adalah bangsa Indonesia yang banyak mencintaiku. Aku mencintai mereka," jawab Rasulullah Saw kembali.

Kalimat itulah yang tersebar viral di media sosial. Bahwa, banyak orang-orang Indonesia yang mencintai Nabi Muhammad Saw. Sebaliknya, Rasulullah Saw juga mencintai orang-orang Indonesia.

Meski istilah Indonesia baru terbentuk pada saat Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, tapi itulah rahasia gaib Allah. Kanjeng Nabi Muhammad dapat mengenali bangsa Indonesia dan begitu mencintainya, karena manusia-manusia Indonesia sangat mencintai Rasulullah Saw.

Setelah mendengar perkataan Rasulullah Saw yang mencintai bangsa Indonesia, As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dikabarkan langsung terkejut, sekaligus terharu. Beliau langsung bertanya kepada jamaah: "Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia."

Bukti kecintaan As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki kepada orang-orang Indonesia, diwujudkan dengan membangun sebuah pesantren di Mekkah khusus untuk orang Indonesia.

Beliau sangat gembira bila ada ulama atau orang Indonesia yang singgah dan bersilaturahmi di rumahnya. Bahkan, tak jarang beliau memberikan hadiah atau kenang-kenangan kepada ulama atau orang Indonesia yang datang ke rumah beliau.

Kisah ini menjadi bukti bahwa Nabi Muhammad, Rasulullah Saw pernah menyebut bangsa Indonesia dan mencintainya. Subhanallah. Semoga cerita ini menginspirasi umat Muslim di Indonesia untuk selalu mengamalkan Islam sebagai agama yang dibawa Kanjeng Nabi Muhammad, meneladani perbuatan dan ajaran-ajaran Rasululullah untuk kemaslahatan dan kedamaian umat manusia. Amiin...


sumber : wajibbaca.com

Subhanallah! Siapa Sangka Ternyata Pusaka Tua Milik Suku Papua Ini Adalah Al Qur’an

BacaIntisari - Maasyaa Allah, ternyata Islam telah lama masuk ke bumi Papua sejak ratusan tahun yang lalu. Hal ini terbukti dengan masih adanya peninggalan-peninggalan ajaran Islam yang dipegang erat-erat oleh suku-suku di Papua sebagai sebuah hukum adat.

Sebagaimana dikutip dari catatan Almarhum Habib Munzir Al-Musawa pimpinan Majelis Rasulullah berjudul “Perjalanan Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah ke Wilayah Manokwari Papua, Irian Barat” pada 9 Oktober 2008, di sebuah wilayah antara Sorong dan Papua terdapat sebuah suku di pinggir pantai, kebanyakan di wilayah itu muslimin. Yang menarik adalah, tidak ada lagi di antara mereka yang mengajarkan Islam hingga turun temurun, sehingga mereka keturunan moyang Muslim, namun tidak tahu apa itu agama Islam.


Penduduk pesisir itu sudah tidak kenal syahadat, mereka hanya mengenal satu ajaran adat, yaitu tak boleh makan babi. Padahal babi adalah santapan yang masyhur di Irian, mereka menganggap itu hukum adat. Mereka tidak menyaddari bahwa itu merupakan bagian dari hukum Islam.

Ada satu hal yang sangat mencengangkan saat mengetahui bahwa kepala suku mempunyai satu barang yang dikeramatkan. Barang keramat itu adalah sebuah kotak yang menyimpan pusaka turun-temurun yang dipegang oleh kepala suku dari generasi ke generasi, mereka tak tahu benda apa itu.

Jauh sebelum Habib Munzir bertemu penduduk pesisir ini, sudah mulai banyak para nelayan Muslimin yang datang, mereka minta sebidang tanah pada kepala suku untuk Musholla, maka kepala suku mengizinkan. Lalu mereka berkunjung ke rumah kepala suku. Dalam sambutan hangat itu kepala suku menunjukkan pusaka yang disimpan ratusan tahun dan diwariskan dari datuk datuknya.

Ketika kotak itu dibuka, maka para nelayan Muslim pun kaget dan bertakbir, ternyata isinya adalah Al-Qur’an yang sudah sangat tua. Maasyaa Allah. Ternyata sejak berabad abad lamanya, mereka sudah Muslim, namun karena mungkin tak ada para da’i pengganti, maka ajaran Islam pun hilang dan tak lagi dikenali. Tinggallah pusaka yang diwasiati turun-temurun itu yang ada pada mereka, ternyata ia adalah Kitabullah, Al-Qur’anul Karim.

Dengan demikian, terbuktilah Islam telah lama masuk ke bumi Papua sejak ratusan tahun yang lalu. Peninggalan-peninggalan ajaran Islam yang dipegang erat-erat oleh suku-suku di Papua sebagai sebuah hukum adat adalah saksi bisu abadi.

Mengetahui itu, maka kepala suku ini pun kembali memeluk Islam. Tak lama kabar sampai kepada Koramil dan kecamatan, yang camat dan Danramil adalah Nasrani. Mereka memanggil kepala suku itu dan mendampratnya habis-habisan karena telah memberi sebidang tanah untuk Muslimin membangun Musholla.

Kepala suku dipaksa untuk mengusir mereka dan kepala suku tetap pada pendiriannya, maka kepala suku itu ditelanjangi hingga hanya celana dalamnya yang disisakan. Lalu ia disiksa dan dicambuki dengan kulit ikan pari, yang terkenal dengan kulitnya yang penuh duri tajam nan beracun. Qodarullah, Kepala suku tetap tidak mau mengubah keputusannya, ia tetap ingin mempertahankan pusaka Al-Qur’an dan tak mau mencabut izin untuk pembangunan Mushalla itu. Allahu Akbar.

Demikianlah torehan sejarah kasih Islam yang pernah hilang dari bumi Papua. Semoga kisah dari Almarhum Habib Munzir ini menjadi jalan kembalinya semangat kaum Muslimin, khususnya di Indonesia untuk menghidupkan Dakwah Nusantara hingga ke pelosok, seperti sedia kala. Allahu Musta’an. (adibahasan/arrahmah.com)

40 Hari Menjelang Kematian, Inilah Yang Akan Kita Rasakan Kelak! Semoga Allah Mengampuni

Kematian yaitu hal yang tentu dan akan menghampiri setiap mahluk yang bernyawa. Hal yang tidak di kenali hanya saat datangnya, karenanya adalah rahasia Allah SWT. Namun, walau kematian tak di kenali datangnya kapan, terlebih dulu kematian itu datang akan ada sinyal tanda yang mungkin saja saja dapat kita ketahui. Hanya saja umumnya seorang tak dapat menyadarinya.

Ada banyak tanda, lebih khusus 40 hari sebelumnya kematian menjemput, seorang akn alami tanda-tanda seperti di bawah ini :


40 hari menuju kematian
Tanda-tanda kematian ini bisa terlihat sesudah masuk saat asar, sisi pusat dari badan kita bakal berdenyut. Itu tandanya bila daun yang tercatat nama kita dari pohon yang terdapat di Arshy Allah swt. Telah gugur.

Lalu malaikat maut mengambil daun itu serta selekasnya bikin persiapan salah satunya mulai mengawasi kita setiap waktu. Serta sesekali malaikat maut memerlihatkan dianya pada orang yang bakal dicabut nyawanya dalam bentuk manusia, serta saat itu juga orang itu bakal terasa terkejud serta bingung lihat malaikat maut. Meskipun malaikat maut wujudnya cuma satu namun atas izin Allah swt, Dia bisa mencabut nyawa seorang kurun waktu yang berbarengan.

7 hari saat kematian akan datang
Sinyal ini terlihat sesudah masuk saat asar, sinyal tanda kematian ini hanya diberikan Allah swt Pada orang yang diuji Allah dengan Sakit, biasanya orang yang tengah sakit tidak berselera makan, mendadak inginkan makan. Ini yaitu isyarat dari Allah bila kematian memang " benar-benar sudah dekat.

3 hari, kematian diambang pintu
Disuatu waktu akan merasa denyutan didalam dahi kita, yaitu pada dahi kanan serta dahi kiri. Apabila tanda-tanda kematian ini bisa di rasa jadi sebaiknya berpuasalah kita kemudian. Supaya perut kita tak mengandung banyak najis, serta ini akan mempermudah orang lain utk memandikan jasad kita.
Kemudian juga mata hitam kita tak bersinar lagi, serta untuk orang yg sakit, hidungnya perlahan-lahan bakal masuk dalam, ini dapat terlihat terang apabila dilihat dari segi badan kita. Telinga bakal layu serta berangsur-angsur masuk dalam. Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan serta susah untuk ditegakkan lagi.

Satu hari sebelumnya kematian
Tanda-tanda kematian ini bisa berlangsung sesudah saat ashar, kita akan rasakan denyutan di bagian ubun-ubun, ini menyaratkan kita telah tak pernah lagi lihat saat ashar di besok harinya.

Tanda paling akhir, Kematian Menghampirimu.!
Kita bakal rasakan sejuk di bagian pusat, lalu turun ke pinggang serta senantiasa naik ke sisi halkum.
Pada sekarang ini baiknya kita kerap beristighfar memohon ampun pada Allah, dan beberapa kerap membaca syahadat. Membenahi hati, fokus fikiran kita hanya pada satu arah yaitu Allah swt.

Dengan hal tersebut semoga dengan sedikit pengetahuan mendekati kematian, kita memiliki kesiapan untuk menghadapinya. Akan tetapi, semuanya kembali ke Allah, jadi berdoalah agar kita dapat tahu tanda yang didapatkan oleh-Nya agar siap di Ajal nanti. Wallahu a’lam...


sumber : wajibbaca.com

Menurut Rasulullah, Inilah 3 Ciri Istri Pembawa Sial

BacaIntisari - Pernikahan merupakan ikatan pemersatu antara laki-laki dan perempuan untuk membina keluarga yang diridhai oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan bagi para lelaki untuk dapat memilih calon istri yang sesuai dengan tuntunan agama. Sehingga dapat menjadikan kehidupan rumah tangga sebagai ladang pahala. 

Selain itu, seorang istri merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan seorang suami. Dimana sikapnya yang lembut dan pribadinya yang shalehah dapat menjadi penyemangat bagi sang suami untuk bisa memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Akan tetapi, seorang istri juga berperan sebagai salah satu faktor yang bisa menghancurkan indahnya kehidupan rumah tangga.


Hal ini dapat terjadi apabila sang istri bersikap yang tidak baik terhadap suaminya. Bahkan dalam beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ath-Tabrani, Al-Bazzar serta Imam Al-Hakim menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah menyebutkan tentang 3 ciri wanita yang merupakan istri pembawa sial. Lantas, apasajakah ketiga ciri tersebut ? 

Dalam sebuah riwayat, disebutkan dari Sahal bin Saad juga bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika (kesialan itu) terdapat pada sesuatu, maka ia terdapat pada kuda, istri, dan tempat tinggal.” (HR. Bukhari) 

1. Jika di lihat, dia menjengkelkan
Ciri pertama dari istri yang membawa sial adalah apabila dilihat, dia menjengkelkan. tentunya seorang suami sangat mengharapkan agar ketika ia melihat istrinya, maka timbullah rasa kasih sayangnya kepada sang istri. Akan tetapi, apabila disaat ia melihat istrinya, namun yang timbul adalah rasa jengkel, maka tentu saja hal ini akan berdampak kepada kehidupan rumah tangganya. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa seorang suami yang telah letih bekerja mencari nafkah, tentunya mengharapkan agar sang istri menyambutnya dengan senyuman yang manis dan tubuh yang harum. Sehingga hal tersebut dapat mengurangi rasa lelah dan letihnya dalam bekerja. 

Akan tetapi, apabila ternyata sang istri justru tampil apa adanya dengan wajah yang cemberut, tubuh yang bau dan kumal, maka tentu saja sang suami akan merasa jengkel.  Sebab sang istri bukannya membantunya menghilangkan penat namun malah membuatnya semakin tidak bersemangat. 

Oleh sebab itulah, di dalam Islam sangat dianjurkan bagi seorang istri untuk selalu tampil menarik bagi suaminya, sehingga dapat menambah kecintaan sang suami terhadap istrinya. Dengan begitu rumah tangga akan semakin bahagia dan damai.  

2. Jika berkata, dia menyakiti
Ciri kedua seorang istri yang membawa sial adalah apabila ia berkata, maka semua perkataannya hanya menyakiti hati suaminya. Biasanya hal ini terjadi ketika seorang suami berbuat kesalahan yang menimbulkan kemarahan dari sang istri. Sehingga tidak jarang sang istri akhirnya mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati sang suami.

Padahal seorang istri sudah seharusnya bersikap dan bertutur kata yang lembut terhadap suaminya. Dan apabila ia sedang merasa marah terhadap sang suami, maka ada baiknya untuk tidak mengucapkan kata-kata yang akan menyakiti hati sang suami. 

3. Jika ditinggal pergi, ia berkhianat
Ciri terakhir seorang istri yang membawa sial adalah apabila sang suami pergi meninggalkannya, maka ia berkhianat. Seorang istri memiliki kewajiban untuk menjaga kehormatan dan harta suaminya disaat sang suami pergi. 

Sehingga apabila ternyata seorang istri justru berkhianat disaat sang suami sedang pergi, maka hal ini bukan saja akan menjadi kesialan bagi sang suami namun juga mendatangkan murka dari Allah SWT. 

Demikianlah 3 ciri istri yang membawa sial bagi suaminya. Akan tetapi perlu diketahui pula bahwa sejatinya sikap istri yang seperti ini bisa diubah. Oleh sebab itu, seorang suami memegang peranan yang sangat penting, karena salah satu kewajiban suami adalah mengayomi serta menuntun sang istri agar bisa menjadi pasangan hidup yang baik. 

Selain itu, seorang suami juga berkewajiban untuk memberikan pemahaman agama tentang kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Sehingga sang istri dapat mengerti bahwa segala sikap dan perbuatannya tersebut adalah terlarang di dalam Islam. Dengan begitu sang istri dapat berubah, dan rumah tangga pun menjadi bahagia. 


sumber : palingyunik.blogspot.co.id

Suami yang Biarkan Istrinya Tak Berhijab, Tak akan Dilihat Oleh Allah di Akhirat

BacaIntisari - Suami mempunyai tanggung jawab besar kepada isteri dan anak-anaknya. Karena semua yang diperbuat anak dan isterinya saat nanti akan dimintai pertanggungjawabanya. Sebagai contoh, misal Anda baik, cantik, tapi ia tak mau menutup aurat? Wah, berarti sang suami harus ekstra sabar menasehati isterinya nih. Lho, kenapa yang repot-repot suaminya, jika sang isteri tidak menutup aurat? Jawabnya ada dalam firman-Nya:

“Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengetahui apa yang mereka perbuat.”


Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung,” (QS. An-Nûr [24]:31).

Berdasarkan ayat di atas, perintah menutup aurat itu wajib diberlakuan untuk semua muslimah, termasuk isteri kita. Oleh karena itu, sebagai seorang suami yang sholeh dan bijak, tentu kita harus menasehati pasangan hidup kita agar tidak mendapatkan dosa karena melalaikan perintah Allah SWT di atas. Terlebih, sebagai seorang suami itu memiliki tanggungjawab untuk mendidik anak-anak dan isterinya agar menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dimana semua amanah itu kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.

Selain itu, jika seorang suami membiarkan isterinya mengumbar aurat maka ia akan termasuk dalam salah satu ciri laki-laki yang tidak akan dilihat Allah SWT pada hari kiamat. Salah satunya adalah dayuts, yaitu laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya. Perbuatannya disebut diyatsah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga orang yang tidak akan dilihat Allah pada hari kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang meniru gaya laki-laki, dan dayuts.”(HR. An Nasa’i dan Ahmad).

Adapun salah satu bentuk perbuatan diyatsah atau sikap laki-laki dayyuts yaitu membiarkan istrinya tidak menutup aurat. Sebab, menutup aurat adalah kewajiban seorang muslimah. Tidak ada satu pun ulama yang mengingkari kewajiban menutup aurat. Sedangkan aurat wanita menurut jumhur ulama adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.

Oleh karena itu, jika kita sebagai seorang suami tidak ingin terkategori dalam ciri laki-laki dayuts, maka mulai saat ini kita nasehati isteri kita secara ma’ruf, baik langsung maupun tidak langsung.

Cara menasehati langsung misalnya dengan menjelaskan perintah Allah SWT tentang kewajiban menutup aurat bagi perempuan muslim, tentu menasehatinya dengan cara ma’ruf tanpa harus membentak-bentak atau memarahinya.

Sementara cara menasehati tidak langsung misalnya dengan memberikan video ceramah-ceramah atau buku-buku tentang kewajiban menutup aurat. Semoga kita para suami diberikan kesabaran dan kelapangan hati untuk mendidik isteri kita agar menjadi lebih baik lagi. Waallahu’alam...


sumber : wajibbaca.com

Kisah Mualaf dari Korea : Ternyata Yesus Tak Pernah Mengaku Sebagai Tuhan

BacaIntisari - Bismillah. Namaku Abdurrouf Park asli Korea. Aku lahir tahun 1986 dari keluarga Kristen yang taat. Sejak kecil aku sudah akrab dengan Bible dan menjadi pengikut Tuhan yang setia. Namun itu semua berubah saat aku mulai mempertanyakan keyakinanku. Aku bingung dan mulai bertanya-tanya ‘Siapakah Tuhan yang sebenarnya itu? Lalu siapakan Tuhan Yesus itu? Siapakah yang aku sembah selama ini?’

Aku mulai menyadari bahwa Yesus sendiri tak pernah mengklaim dirinya sebagai Tuhan atau pun anak Tuhan. Tapi anehnya, keyakinan Kristen malah meyakini Yesus sebagai anak Tuhan atau bahkan sebagai Tuhan itu sendiri. Itu artinya keyakinan Kristen bertentangan dengan ajaran Yesus yang tak pernah mengakui dirinya sebagai Tuhan.


Bible sendiri memunyai banyak kelemahan dan hal-hal membingungkan di dalamnya. Itulah mengapa banyak orang yang meragukan isi Bible. Berangkat dari sinilah kemudian orang-orang berhenti memeluk agama Kristen dan tidak lagi berbuat baik. Hilangnya keimanan dalam diri orang Kristen membuat mereka mudah sekali mengambil jalan pintas dengan bunuh diri.

Aku pun berdoa dan berharap supaya menemukan jalan kebenaran yaitu agama yang sesungguhnya. Aku mengunjungi banyak gereja untuk mencari kebenaran ini. Tapi semakin banyak gereja yang kukunjungi aku pun semakin bingung. Begitu banyak aliran dalam Kristen sehingga membuatku menghentikan pencarian ini. Hingga satu hari aku membaca buku tentang agama-agama di dunia dan dari situlah aku tahu tentang Islam. Inilah agama sejati yang selama ini kucari. Setelahnya, kubaca semua buku di perpustakaan yang bertema keislaman.

...Aku pun berdoa dan berharap supaya menemukan jalan kebenaran yaitu agama yang sesungguhnya. Aku mengunjungi banyak gereja untuk mencari kebenaran ini...

Aku benar-benar tak tahu apa-apa tentang Islam sebelum ini. Dan sekarang aku tahu bahwa Islam itu meyakini adanya satu Tuhan, Yesus adalah nabi dan Muhammad adalah nabi terakhir utusan Allah. Alhamdulillah pada tanggal 30 Desember 2009 aku pun bersyahadat dan menjadi seorang Muslim. Sejak masuk Islam, aku langsung melibatkan diriku dengan aktivitas dakwah untuk menggugah kesadaran pada banyak orang tentang Islam. Aku sangat paham pentingnya dakwah untuk menyebarkan agama Islam.

Korea adalah negara yang sedang dalam tahap emergensi atau kritis untuk segera diselamatkan dengan Islam. Orang-orang tidak tahu makna kebenaran dalam hidupnya dan mulai kehilangan kepercayaan pada agama dan juga pada sesama. Hilangnya harapan dan tujuan hidup ini membuat orang Korea sangat mudah memutuskan untuk mati saja (bunuh diri) bahkan tanpa perlu adanya perang, penyakit dan lain-lain.

Aku serius berdakwah dengan mengerjakan beberapa website untuk mengenalkan Islam. Sambil jalan, aku pun memutuskan belajar Islam langsung di pusatnya yaitu kota Madinah. Tidak mudah di usiaku seperti ini tapi tak ada sesuatu yang tak mungkin untuk memulai kebaikan, bukan? Semoga saja dengan kiprahku yang sedikit ini, Korea akan lebih mengenal Islam dengan lebih baik. Insya Allah. (riafariana/voa-islam.com)


sumber : revert2islamtoday

Suami yang Membantu Pekerjaan Istri Dirumah, Berarti Dia Menghidupkan Sunnah Nabi

BacaIntisari - Syeikh Utsaimin rahimahullah:

"Diantara tawadhu’nya Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-; bila beliau di rumah, beliau membantu isterinya, memeras susu kambing, memperbaiki sandal, beliau membantu mereka di rumah mereka.


Hal ini berdasarkan penuturan Aisyah -radhiallahu ‘anha- ketika ditanya apa yang dilakukan Nabi -shallallahu 'alaihi wasallam- saat di rumah?: "Beliau dahulu dalam pekerjaan isterinya", yakni membantu isterinya.

Misalnya, jika seseorang di rumahnya, maka termasuk sunnah, bila dia membuat teh untuk dirinya sendiri, memasak sendiri bila dia bisa, mencuci apa yang butuh dicuci, ini semua termasuk sunnah Nabi.

Jika kamu melakukan hal itu, maka kamu akan mendapatkan pahala menjalankan sunnah.

Karena (kamu melakukan hal itu untuk tujuan) mengikuti Rasul -shallallahu ‘alaihi wasallam- dan bertawadhu’ (merendah) kepada Allah -azza wajalla-.

Hal ini juga akan menumbuhkan rasa cinta antara kamu dan isterimu. Jika isterimu merasa kamu banyak membantunya, tentu dia akan mencintaimu dan dirimu akan semakin berharga di matanya. Dan ini merupakan masalahat yang besar."


sumber : bbg-alilmu.com

Allahhu Akbar! Inilah 7 Cara Ampuh Membentengi Diri Dari Sihir

BacaIntisari - Syaikh Wahid ‘Abdus Salam Bali berkata tentang definisi sihir secara syar’i, “Ibnul Qoyyim berkata, ‘Sihir terjadi karena pengaruh-pengaruh dari ruh-ruh jahat dan reaksi kekuatan-kekuatan alami tubuh manusia terhadapnya’.”

Sihir adalah kesepakatan antara penyihir dengan setan, di mana penyihir bersepakat melakukan hal-hal yang haram maupun syirik, sebagai kompensasi dari bantuan dan kepatuhan setan kepadanya menyangkut hal-hal yang dimintanya.

Jin tidak mau membantu penyihir kecuali bila ada kompensasinya. Jadi, penyihir dan jin adalah dua makhluk yang berteman akrab dan berjumpa di atas landasan kemaksiatan kepada Allah.


Rasulullah Shalallahu ’Alaihi Wassalam bersabda:

“Sesungguhnya setan itu mengalir di pembuluh darah manusia.”

Adapun dalil-dalil mengenai adanya sihir adalah:

Firman Allah, “Dan dari kejahatan wanita-wanita yang menghembus pada buhul-buhul.” (Al-Falaq [113] : 4)

Al-Qurthubi berkata, “Yakni para wanita penyihir yang menghembus pada buhul-buhul benang, lantas mereka membacakan mantera-mantera padanya.”

Bisakah membentengi diri dari sihir? Bisakah membuang sihir yang telah mengenai?

Berikut beberapa cara ringkas membentengi diri dari sihir:

1. Shalat berjamaah. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam bersabda: “Tidak ada tiga orang yang tinggal di satu desa atau di padang sahara, di mana di tengah-tengah mereka tidak ditegakkan sholat, kecuali setan pasti menguasai mereka, maka hendaklah kalian berjamaah, karena serigala itu hanya akan memangsa kambing yang menyendiri.”

2. Memakan tujuh butir kurma ‘ajwah, yang paling baik adalah kurma Madinah. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa sarapan pagi dengan tujuh butir kurma ‘ajwah, maka ia tidak akan terkena bahaya racun dan sihir pada hari itu.”

3.Sihir tidak bisa beraksi dalam tubuh seseorang yang dalam keadaan wudhu. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassalam bersabda: “Sucikan tubuh ini, niscaya Allah menyucikanmu. Jika seorang hamba bermalam dalam keadaan suci, maka pada bermalamnya itu ia dijaga oleh malaikat di rambutnya. Setiap kali ia berbalik pada satu saat di malam hari, malaikat itu berdoa untuknya, ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu, sesungguhnya ia bermalam dalam keadaan suci’.”

4. Membaca ta’awudz ketika masuk WC. Nabi Shalallahu’alaihi Wassalam apabila memasuki WC, biasa mengucapkan: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan jantan dan setan betina.”

5. Qiyamul lail. Barangsiapa yang ingin melindungi dirinya dari sihir, hendaklah bangun di sebagian waktu malam. Nabi Shalallahu’alaihi Wassalam pernah bertanya tentang seseorang, kemudian dikatakan kepada beliau, “Ia masih tidur sampai pagi -maksudnya tidak bangun untuk sholat malam-“, maka Nabi Shalallahu’alaihi Wassalam bersabda, “Setan telah mengunci telinganya.”

6. Membaca dzikir-dzikir pagi dan sore, doa masuk masjid dan doa keluar dari masjid.

7.  Membaca ayat Kursi. Setan pernah berkata kepada Abu Huroiroh, “Barangsiapa yang membaca ayat kursi sebelum tidur, maka ia akan terus dijaga oleh malaikat penjaga yang ditugaskan oleh Allah, tidak ada setan yang bisa mendekatinya sampai pagi.” Maka, Nabi Shalallahu’alaihi Wassalam berkomentar, “Dia benar, meski ia pembohong.” [AW/Iyan]


sumber : panjimas.com

Tiga Zikir Pagi Dari Hadits Rasulullah Yang Perlu Dihapal

BacaIntisari - Rutinitas apa yang rutin kita lakukan pada pagi hari? Memasak, mencuci, atau membersihkan rumah? Sudah biasa! Lalu, hal apa yang pertama diingat saat bangun pagi? Masalah pekerjaan, anak, atau pendidikan? Hmmm Allahnya kapan? Yuk mulai mengingat Allah saat pertama kali membuka mata dengan bacaan zikir di bawah ini.

1.  Membaca ayat Kursi (Al-Baqarah ayat 255)

Sahabat Ummi, ayat Kursi dipercaya sebagai ayat-ayat ampuh untuk mengusir setan. Selain itu, manfaat apa lagi yang bisa kita dapatkan saat membaca ayat Kursi? Dalam sebuah hadits diriwayatkan manfaat membaca ayat Kursi pada pagi atau sore hari.


 “Barangsiapa membacanya di pagi hari maka akan dilindungi dari (gangguan) jin sampai sore, dan barangsiapa yang membacanya di sore hari maka akan dilindungi dari gangguan mereka (jin).” (HR. Al-Hakim 1/562 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273)

2.  Membaca surat Al-Ikhlaash, Al-Falaq, dan An-Naas

“Barangsiapa yang membacanya tiga kali ketika pagi dan ketika sore maka dia akan dicukupi dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud 4/322, At-Tirmidziy 5/567, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/182)

Ketiga surat di atas terhitung surat-surat yang pendek dan mudah dihapal. Ternyata faedahnya sangat banyak ya, bahkan Allah menjanjikan berbagai kebutuhan kita terpenuhi jika membaca ketiga surat ini. masyaallah

3.  Membaca sayyidul istighfar

Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Penghulu istighfar adalah apabila engkau mengucapkan: 

"Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta"

Terjemah : “Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau].” (HR. Bukhari no. 6306)

Adapun manfaat dari membaca zikir di atas diperkuat dalam hadits riwayat Bukhari yang artinya :

“Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR Bukhari)

Alangkah baiknya jika kita memulai hari dengan sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi diri kita pada khususnya. Bahkan Allah pun menjanjikan berbagai pahala atas amalan-amalan yang terlihat sepele di mata kita. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang bersyukur. Amiin...

Referensi : Berbagai sumber [Nidaul Fauziah/Ummi-online.com]

Masya Allah! Peraih Rekor MURI Gubernur Termuda Ini Ternyata Penghafal Al-Qur'an. Berikut Profil Dan Biografinya

BacaIntisari - Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) telah memberi penghargaan “Gubernur Paling Muda” kepada Muhammad Zainul Majdi, karena saat dilantik sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 17 September 2008, usianya 36 tahun tiga bulan 17 hari.

Bagi Tuan Guru H Muhammad Zainal Majdi MA yang juga Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), membaca dan berusaha menghafal Al-Qur’an penting sekali. Menurutnya, untuk memahami tuntunan Nabi Muhammad SAW terkait dengan Al-Qur’an, maka menghafal Al-Qur’an termasuk bagian dari pengkhidmatan (berkhidmat) kepada Al-Qur’an.


”Jadi, jangan sampai menghafal ayat-ayat Al-Qur’an hanyalah sekadar iseng-iseng saja,” paparnya. Tuan Guru yang hingga kini masih melanjutkan pendidikan program doktoral pada Universitas Al Azhar Mesir itu telah menghafal Al-Qur’an sejak nyantri di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan di Lombok Timur, kurang lebih selama enam tahun yakni selama menempuh pendidikan Tsanawiyah hingga Muallimin.

”Sesungguhnya tidak sulit menghafal Al-Qur’an itu. Kalau pun ada, itu terjadi pada muraja’ah (mengulang) atau istirja’ (mengembalikan memori),” jelasnya.

Tuan Guru telah meraih gelar doktor dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Ia berhasil melalui ujian di Universitas Al Azhar dalam bidang tahfiz Al-Qur’an sebanyak 12 juz.

Ia mengakui, yang paling sulit  adalah pada ujian lisan, karena harus langsung menjawab dan hampir tidak ada waktu untuk berpikir.

Lantas, kapan Tuan Guru memilih waktu tepat untuk menghafal Al-Qur’an di tengah kesibukannya sebagai orang nomor satu di Nusa Tenggara Barat?

”Selain ba’da shalat, saya sering memilih waktu di kendaraan dalam perjalanan ke berbagai daerah untuk menghafal Al-Qur’an mengikuti tilawah dari beberapa qori seperti Hudzaifi dan Abdul Basith.”

Biografi & Profil

KH. M. ZAINUL Majdi, MA atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (lahir di Pancor,   Lombok Timur, 31 Mei 1972; umur 36 tahun) adalah gubernur Nusa Tenggara Barat terpilih. Beliau terpilih sebagai gubernur pada Pemilihan kepala daerah NTB 2008 dengan berpasangan dengan Ir. Badrul Munir MM sebagai wakil gubernur dan diusung oleh 2 partai Islam yaitu Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Zainul Majdi adalah anak dari pasangan HM Djalaluddin SH, seorang pensiunan birokrat Pemda NTB dan Hj. Rauhun Zainuddin Abdul Madjid, putri TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid, pendiri organisasi Islam terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan (NW). Istri beliau adalah Hj. Robiatul Adawiyah, SE yang merupakan salah satu puteri KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, pemimpin Ponpes As Syafiiyah, Jakarta.

Sebagai cucu pendiri organisasi Nahdlatul Wathan (NW), Zainul Majdi tumbuh dewasa dalam suasana pendidikan pesantren. Setelah menempuh pendidikan di Ma’had Darul Qur’an Wal Hadist NW Pancor, Majdi melanjutkan pendidikan di Jurusan Tafsir dan ilmu-ilmu Al Qur’an, Fakultas Usuluddin, Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir sampai memperoleh gelar master.

Sebelum terpilih sebagai Gubernur NTB, sejak 1999 Zainul Majdi telah aktif bergerak di bidang dakwah. Di tahun yang sama ia juga mulai menduduki jabatan Ro’is Am Dewan Tanfidziyah PBNW. Selain itu, ia juga merupakan Ketua YPH. PPD NW Pancor dan anggota DPR RI mewakili NTB periode 2004-2009 dari Fraksi PBB.

1. Nama : TGH M Zainul Majdi MA

2. Nama Populer : Tuan Guru Bajang

3. Lahir : Pancor, 31 Mei 1972

4. Istri : Hj. Rabiatul Adawiyah, SE

5. Anak :
* Muhammad Rifqi Farabi
* Zahwa Nadira
* Fatimah Azzahra
* Zaida Salima

6. Agama : Islam

7. Pendidikan :
* SDN. No.3 Mataram (lulus Thn. 1985)
* Madrasah Tsanawiyah NW dan Madrasah Aliyah Mu’allimin Pancor (dalam 5 tahun pendidikan lulus Thn.1990)
* Ma’had Darul Qur’an Wal-Hadist Pancor (lulus Thn.1991)
* Universitas Al-Azhar Cairo Fakultas Usuluddin Jurusan Tafsir & ilmu-ilmu Al-Qur’an (lulus Licenci (Lc) Thn. 1995 & lulus Master of Art (MA) Thn. 2000)
* Mahasiswa program Doktor S3 Fakultas Usluhuddin Jurusan Tafsir Ilmu-ilmu Al-Quran Universitas Al-Azhar Cairo Mesir (sejak 2003)

8. Karir :
* 1999 – sekarang : Da’i Islam
* 1999 – sekarang : Ro’is ‘Am Dewan Tanfidziyah PBNW
* 2000 – sekarang : Ketua YPH PPD NW Pancor
* 2004 – sekarang : Anggota DPR RI. (Nomor Anggota A.10)

9. Hobi : Membaca

10. Alamat : Jl. Raya Gelang Pancor Lombok Timur

11. Makanan Kesukaan : Pelecing

Semoga bisa menjadi Pemimpin Yang amanah....


sumber : seputarduniaislam.com

Masih Ingat Raeni, Anak Tukang Becak Lulusan Terbaik Unnes? Begini Kabarnya Sekarang

BacaIntisari - Masih ingat dengan perempuan asal Kendal, Raeni? Anak tukang becak yang berhasil menjadi wisudawan terbaik di Universitas Negeri Semarang (Unnes) periode kedua 2014. Ia lulus dengan IPK yang nyaris sempurna, yakni 3,96.

Prestasinya tersebut tentu tidak hanya membanggakan ayahnya yang notabene seorang tukang becak. Namun masyarakat tanah air pun turut kagum dengan prestasi yang ditorehkan oleh Raeni. Kabar Raeni yang menjadi wisudawan terbaik itu pun sempat sampai ke telinga Susilo Bambang Yudhoyono, yang kala itu masih menjabat sebagai Presiden RI.


Ia mendapat undangan khusus untuk bertemu SBY dan Ani Yudhoyono. Tidak hanya itu, presiden juga memberikan hadiah kepada Raeni berupa beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Raeni pun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi S2-nya di University of Birmingham, Inggris. Ia mengambil program Magister of Science, International Accounting and Finance melalui program beasiswa LPDP.

Lalu, hampir dua tahun berlalu, apa kabar Raeni sekarang?

Ditelusuri TribunSolo.com, Raeni ternyata sudah menyelesaikan studi S2-nya. Raeni kini berhasil menambah gelarnya sebagai Master of Science. Ia bahkan sudah kembali ke tanah air.

Diketahui Raeni sudah berada di tanah air sejal akhir Oktober 2016. Kepulangan Raeni ini pun disambut suka cita oleh keluarga, kerabat dan rekan-rekannya. Seperti terlihat pada beranda akun Facebook milik Raeni yang dibanjiri oleh sejumlah tautan yang menyambut kepulangannya.

Sama halnya yang diunggah oleh Dian Setyawati yang memberi sambutan dengan kata-kata hangat.

"Masih ingat dengan salah satu sosok inspiratif kita, Raeni, penerima program beasiswa bidik misi yang beberapa tahun lalu diberi kesempatan bertemu dengan Bpk. SBY dan Ibu Ani karena prestasinya lulus dengan predikat terbaik, IPK 3.96, di Universitas Negeri Semarang. Alhamdulillah hari ini diberi kesempatan bertemu dengan Raeni lagi setelah setahun ga ketemu. Gelarnya yang dibawa mungkin sudah berbeda, studi Magisternya di Inggris (melalui beasiswa LPDP #tetep) sudah selesai, tapi karakternya tetap sama: bersemangat dan rendah hati."

"Bukankah seharusnya seperti itu. Padi semakin berisi maka semakin merunduk"

Bahkan, beberapa waktu setelah pulang ke tanah air, Raeni sempat menjadi bintang tamu pada acara talkshow di stasiun televisi swasta bersama dengan ayahnya.

Beragam tautan yang menyambut dirinya di media sosial, selalu ia tanggapi dengan ramah.

Selamat ya Raeni!

Nama Raeni mulai dikenal usai fotonya yang menumpang becak viral di media sosial. Uniknya, lulusan Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Unnes itu berangkat menuju ke tempat wisuda, Auditorium Unnes, Selasa, menumpang becak yang digenjot Mugiyono (55), ayahandanya. Tanpa memperlihatkan rasa canggung, anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Mugiyono dan Sujamah itu naik becak mulai dari tempat indekosnya, sekitar kampus Unnes, menuju lokasi wisuda.

Demikian pula, ketika usai wisuda, peraih beasiswa Bidik Misi itu kembali menumpang becak yang digenjot ayahnya. Bahkan Rektor Unnes Prof. Fathur Rokhman pun ikut menumpang menuju rektorat.


sumber : tribunnews.com

Masya Allah! Gubernur Ini Miliki 10 Anak Semuanya Hafidz Quran

BacaIntisari - Salah satu kunci kesuksesan seseorang dalam memimpin organisasi adalah dukungan dari istri dan anak-anaknya. Orang bijak sering mengatakan, “Di balik lelaki sukses, ada wanita hebat dibelakangnya.” Jika ada lelaki yang menjadi pemimpin besar, motivator hebat, tokoh ternama dan pengusaha sukses, maka pasti ada peran besar di belakangnya.

“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka). Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At Taghaabun: 14-15).


Menurut Wahbah az-Zuhaili, seorang fuqaha Suriah kenamaan, yang dimaksud musuh di sini adalah permusuhan dalam urusan akhirat, terkait sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kalian. Mereka menyibukkan seorang laki-laki dari kebaikan dan amal saleh yang berguna bagi kalian di akhirat.
Maka waspadalah agar cinta dan kasih sayang sebagai seorang suami dan ayah kepada mereka tidak mempengaruhi ketaatan kepada Allah SWT. Kemudian Allah menganjurkan untuk memberi maaf kepada mereka.

Beruntunglah Irwan Prayitno Gubernur Sumatra Barat ini memiliki seorang istri yang tangguh. Ini terbukti, istrinya mampu mendorongnya untuk sukses di bidang yang digelutinya.
Irwan menikah di usia muda dengan sesama aktivis dalam rangka mempercepat dakwah Islam. Kedewasaan, dinamika kehidupan dan kesamaan pemikiran membentuk pasangan muda ini menjadi keluarga yang harmonis dan bahagia.

Sang istri, Hj Nevi Zuairina yang lahir pada 20 September 1965. Irwan dan Nevi memiliki 10 orang anak, yaitu Jundy Fadhlillah, Waviyatul Ahdi, Dhiya’u Syahidah, Anwar Jundi, Atika, Ibrahim, Shohwatul Ishlah, Farhana, Laili Tanzila dan si bungsu Taqiya Mafaza.

Kesepuluh anaknya memiliki prestasi tersendiri. Di antaranya ada yang menjadi juara umum di sekolahnya. Anak-anak Irwan juga semua di didik untuk menghafal Al Quran sejak dini sehingga menjadi hafiz Quran.

Putra pertama mereka Jundy Fadhlillah telah menyelesaikan studi MBA di Boston Amerika, dan telah bekerja di perusahaan energi di Jakarta.

Putri ke 2 Waviyatul Ahdi telah menyelesaikan studinya di Fakultas Kedokteran Gigi UI, putri ke 3 Dhiya’u Syahidah telah menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Bandung dan sekarang menyelesaikan S2 di Westminster University – UK.

Putra ke empat mereka Anwar Jundi kuliah di Institut Pertanian Bogor, Atika, putri ke 5 kuliah di FE UI, Ibrahim kuliah di Jurusan Teknik Kimia UI, Shohwah dan Farhana di SMA 1 Padang. Dua orang lainnya masih sekolah di SMP dan SD.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(QS. At Tahrim: 6).

Irwan Prayitno pernah menciptkan sebuah lagu “Anakku Penyejuk Hatiku.” Lagu ini menggambarkan betapa anak-anaknya merupakan obat pelepas lelah dalam menjalani kehidupan yang keras sebagai seorang politisi. Sebuah keluarga yang sempurna di bawah ridho Ilahi, rahmat dan kasih sayang Allah swt mereka dapati, alamat badan selamat menempuh kerasnya hidup ini.
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”(QS. Al-Furqan: 74)


sumber : wajibbaca.com

Istri Bukan Untuk Disakiti Tapi Untuk Disayangi, Para Suami Bacalah!

BacaIntisari - Melalui kehidupan rumah tangga memanglah tak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Menjalani rumah tangga seperti mengarungi laut terlepas. Berombak besar. Berangin kencang. Kapal tenggelam sana-sini. Tidak heran, bila lalu terjadinya pertengkaran, adu mulut bahkan juga hingga “perkelahian”. Dalam perkelahian rumah tangga, bisa di pastikan yang menjadi pemenang yaitu suami. Istri yang tidak mempunyai tubuh perkasa seperti suami, memanglah sering jadi korban. Istri babak belur. Tubuhnya penuh dengan warna hitam legam.

Hal paling penting yang harus dipahami suami yaitu istri itu manusia biasa. Yang tentu memiliki kekurangan. Bahkan juga dalam banyak Hadis, wanita dimisalkan seperti tulang rusuk yang bengkok. Artinya, wanita itu pasti memilki perilaku yg tidak baik. Tingkah laku yang tidak disenangi suami. Walau demikian, hal semacam itu bukanlah berarti seorang suami bebas menghakimi istri.


Oleh karena itu, sebaiknya kita renungi Hadis tersebut.

“Sesungguhnya wanita itu dijadikan dari tulang rusuk. Akan tidak lurus bagimu disuatu jalan (yang anda inginkan). Bila kau bersenang-senang denganya, kau bersenang-senang dengannya dan dia tetaplah bengkok. Bila kau bangkit untuk meluruskannya, kau bakal memecahkannya. Dan, memecahkannya yaitu menelaknya. ” (HR. Imam Muslim)

Bila kita lihat sejarah, hal yang sama saja berlangsung pada Nabi Ibrahim. Satu saat beliau mengadu pada Allah swt. Beliau bermunajat kalau istri beliau, Sarah memiliki satu akhlak yg tidak baik.

Allah SWT juga menjawabnya:

“Sesungguhnya, wanita itu seperti tulang rusuk. Bila kau biarkan, kau membirakannya bengkok. Bila kau meluruskannya, kau akan mematahkannya. Jadi, terimalah apa adanya. ”

Dan akhiranya harusnya kita sadari kalau istri hanya manusia biasa. Tentu mempunyai kekurangan. Di samping mempunyai keunggulan. Oleh karenanya, terimalah dia apa yang ada. Cintai dia. Sayangi keunggulan dan kekurangannya. Kekurangan mereka bukan untuk diadili, namun untuk dipahami. Kekurangan mereka memang Takdir dari sang pencipta.

Orang bijak mengatakan:

“Istri itu manusia biasa. Sama juga dengan anda. Bila kau suka pada kelebihannya, kenpa tidak rela pada kekurangannya? ”

Walau demikian, seorang suami harus tetap berusaha memperbaiki tingkah laku istri yang kurang baik. Perlahan-lahan namun pasti. Dengan lembut, kasih sayang, dan ketulusan. Supaya tak mengakibatkannya patah dan bikin permasalahan yang lain. Menyayangi bukanlah berarti membiarkannya. Menyayangi yang sesungguhnya yaitu selalu berupaya agar istri jadi orang baik dan terbaik untuk suami, hingga nanti dapat bersama-sama masuk surga.


sumber : viralmuslimah.com

Murtadkan 126 Muslim, Mantan Pastur Ini Akhirnya Bersyahadat Dan Lebih Mengejutkan Lagi, Ternyata Pria Ini Adalah...

BacaIntisari - Ketua Mualaf Center Indonesia (MCI) ini sebelum memeluk Islam, adalah seorang Frather atau setingkat Pastur di kalangan gereja Katolik di Paroki Jakarta Utara. Ia mengaku telah memurtadkan 126 orang Muslim untuk berpindah ke Katolik. Demikian pengakuan Steven Indra Wibowo, Ketua MCI ini, sebagaimana dikutip hidayatullah.com, Ahad (23/11/2014).

“Tugas saya ketika itu memberikan konseling, memimpin misa, dan mengajar filsafat,” ujar pria keturunan Tionghoa kelahiran 1981 ini.


Hidayah Allah Subhanahu Wata’ala menghampiri Steven pada tahun 2000. Dua kalimat syahadat diikrarkannya di sebuah pesantren di Serang, Banten. Ia memutuskan masuk Islam setelah sekian lama mempelajari agama Tauhid ini.

“Saya selalu memiliki rasa ingin tahu tentang apa itu Islam, apa yang dilakukan oleh orang Islam, dan mengapa Islam bisa cepat berkembang di dunia ini,” akunya saat melakukan aktivitas bersama .

Kepindahan Steven ke Islam membuat ayahnya, seorang petinggi Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), marah besar. Sang ayah pun memukulnya, sampai jidat Steven terbentur kaca. Hingga kini masih ada bekas luka sobek di jidatnya.

“(Lalu) ayah mengusir saya. Bahkan, saya pun harus menandatangani pelepasan hak waris orangtua saya di hadapan notaris,” ungkapnya.

Setelah mantap ber-Islam, ia pun berkeinginan kuat “membalas” pemurtadan orang Islam yang pernah ia lakukan. Pada tahun 2003, bersama dua orang kawannya, ia mendirikan MCI sebagai lembaga tempat berkumpul dan membina muallaf.

Pada awalnya, MCI bergerak di dunia maya. Akhirnya kini semakin rutin bertemu dalam berbagai kegiatan, seperti pengajian dan bersih-bersih sampah di Car Free Day (CFD). Selain membantu orang yang mau masuk Islam, MCI juga berupaya mendampingi muallaf mempelajari Islam.

Pagi itu, ia baru saja menggelar kegiatan jalan santai sambil memungut sampah pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (CFD) di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Kegiatan bersih-bersih perdana itu diikuti puluhan pengurus MCI bersama GEMA Jabodetabek, GEMMA, Group Pengusaha Muslim, dan Muslim Bersatu Mualaf Bersatu. Mereka menyisir sampah dari Dukuh Atas sampai Bundaran Hotel Indonesia.

Sebenarnya, tujuan utama kegiatan ini untuk menyikapi gerakan “Kristenisasi” yang pernah terjadi di arena CFD sebelumnya. Menurut Steven, “Kristenisasi” harus dilawan dengan dakwah dan lewat perbuatan nyata. Menjaga kebersihan berarti mendakwahkan Islam kepada masyarakat luas.

“Kebersihan, kan, sifatnya universal. Islam itu cinta kebersihan,” ujarnya saat berbagi cerita dengan hidayatullah.com usai kegiatannya di CFD, Ahad (16/11/2014) lalu. Sambil menikmati sarapan bubur ayamnya, pria yang mengenakan kaos oblong bertuliskan mualaf.com ini menceritakan lika-liku perjalanan hidupnya.

Menurutnya, masih banyak mualaf di luar sana yang belum terbina. Dukungan umat Islam masih belum optimal. “Selagi di bumi Allah Subhanahu Wata’ala ini masih banyak orang memeluk Islam, maka pekerjaan membina mualaf ini akan terus ada,” ujarnya.

“Saya sendiri masih butuh banyak teman untuk mendampingi mualaf ini. Jika ingin menjadi sahabat mualaf, silakan lihat di mualafcenter.com. Hanya dengan mengirimkan email ke sahabat@mualafcenter.com tentang profil atau jatidiri, serta kota tempat tinggal Anda. Selanjutnya saya akan melakukan wawancara singkat. Ini untuk mengantisipasi masuknya Syiah, Ahmadiyah, dan aliran sesat lainnya,” ujar ayah dari putri semata wayangnya, Ana Humaira Wibowo ini.


Inilah Batas Minimal Suami Memberi Nafkah Batin Pada Istri Dalam Islam

BacaIntisari - Suami wajib memberikan nafkah kepada istrinya. Bukan hanya nafkah materi, tetapi juga nafkah biologis. Lalu, berapa lama batas minimal suami memberi nafkah biologis pada istrinya?

Ibnu Hazm berkata: “Suami wajib menjimak istrinya sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan jika ia mampu, kalau tidak, berarti ia durhaka terhadap Allah.”

Pendapat Ibnu Hazm ini berdasarkan firman Allah

فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ

“..apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu…” [QS. Al Baqarah: 222]


Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan, mayoritas ulama sependapat dengan Ibnu Hazm tentang kewajiban suami menjima’ istrinya jika ia tidak memiliki halangan apa-apa.

Sedangkan Imam Ahmad berpendapat batas minimal suami memberikan hak biologis adalah sekali dalam empat bulan. Hal ini berdasarkan ketetapan Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu atas pasukan mujahidin. Mereka ditugaskan dalam rentang masa maksimal empat bulan agar bisa kembali kepada istrinya.

Keputusan itu diambil Umar setelah ia mendengar syair seorang wanita muslimah yang mengeluhkan lamanya sang suami bertugas. Lalu Umar bertanya kepada anaknya, Hafshah, berapa lama seorang wanita kuat menahan gejolak hasratnya untuk berhubungan dengan suami.

Pendapat sangat bijak dikeluarkan oleh Imam Al Ghazali. Pengarang Ihya’ Ulumiddin itu menjelaskan, “Sepatutnya suami menjimak istrinya pada setiap empat malam satu kali. Ini lebih baik karena batas poligami itu empat orang. Akan tetapi, boleh diundurkan dari waktu tersebut bahkan sangat bijaksana kalau lebih dari sekali dalam empat malam atau kurang dari itu, sesuai kebutuhan istri dalam memenuhi kebutuhan seksualnya. Hal itu karena menjaga kebutuhan seks istri merupakan kewajiban suami, sekalipun tidak berarti harus minta jima’ sebab memang sulit meminta demikian dan memenuhinya.”

Sungguh Islam merupakan agama yang sangat indah. Ia mengatur segala bidang kehidupan termasuk hubungan suami istri. Kalaupun para ulama berbeda pendapat mengenai batas minimalnya, sesungguhnya dalam perbedaan pendapat para ulama’ itu ada faedah bagi umat. Intinya dalam hal ini, suami istri perlu saling memenuhi kewajibannya dan memberikan hak pasangan hidupnya. Berlandaskan sikap saling ridha dan saling cinta, insya Allah keluarga sakinah mawaddah wa rahmah akan tercipta.


sumber : wajibbaca.com

Inilah 7 Bagian Tubuh Manusia Yang Menjadi Tempat Kesukaan Jin

BacaIntisari - Jin merupakan salah satu makhluk ghaib ciptaan Allah SWT yang tidak bisa dilihat oleh manusia. Namun memiliki kemampuan untuk melihat dan menggoda manusia.

Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa jin dapat menyusup dalam tubuh seorang manusia melalui aliran darah. Untuk selanjutnya aliran darah tersebut mengalir hingga ke otak manusia. Sehingga bangsa jin tersebut dapat dengan mudahnya menjerumuskan manusia pada kemaksiatan.


Namun tahukah kamu bahwa ternyata selain menyusup dalam aliran darah, ada 7 bagian tubuh manusia yang juga menjadi tempat kesukaan jin. Dan disetiap bagian tubuh tersebut ia mencoba menjerumuskan manusia. Hal ini bahkan telah dijelaskan dalam beberapa riwayat hadits. Oleh sebab itu kita diwajibkan  untuk membersihkan beberapa diantaranya.

1. Lubang mulut manusia
Bagian tubuh pertama yang menjadi tempat kesukaan jin adalah lubang mulut manusia. Dimana jin akan berusaha masuk ke lubang mulut manusia saat sedang menguap. Oleh sebab itu saat sedang menguap, kita dianjurkan untuk menutup mulut. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Said bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Apabila seseorang dari kalian menguap, letakkanlah tangannya pada mulutnya (tutuplah), karena setan akan masuk bersama dengan orang yang menguap (yang mulutnya tidak ditutup)” (HR. Muslim)

2. Dibawah kuku manusia
Bagian tubuh kedua yang menjadi tempat kesukaan jin adalah dibawah kuku manusia. Oleh sebab itu kita dianjurkan untuk memotong kuku. Karena jin dan setan mengikat manusia melalui kuku-kuku yang panjang. Sebagaimana disebutkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda,
“Potonglah (perpendek) kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang.” (HR. Ahmad).

3. Lubang hidung manusia
Bagian tubuh ketiga yang disukai jin adalah lubang hidung. Saat manusia tidur, ternyata jin juga ikut menginap di batang hidung manusia. Oleh sebab itulah saat bangun tingur, kita dianjurkan untuk membasuh lubang hidung sebanyak tiga kali.
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang di antara engkau bangun tidur, hendaklah mengeluarkan air dari hidungnya (istintsar) tiga kali, karena setan itu menginap di batang hidungnya.” (H.R. Muslim).

4. Lubang telinga manusia
Bagian tubuh manusia selanjutnya yang disukai oleh jin adalah lubang telinga. Bukan hanya bersembunyi di telinga manusia, namun ternyata ketika seorang manusia tertidur hingga pagi tanpa mengerjakan shalat malam maka berarti telinganya itu telah dikencingi oleh jin.
Sebagaimana diceritakan dari Abdullah bahwa Di sisi Nabi bahwa ada seorang laki-laki yang selalu tidur sampai pagi tanpa mengerjakan shalat (malam). Lalu beliau bersabda, “Setan telah kencing di telinganya”. (H.R. Muslim)

5. Urat darah manusia
Sebagaimana telah disebutkan bahwa jin atau setan menyusup ke dalam tubuh manusia melalui aliran darah manusia tersebut. Kemudian dari aliran darah itulah jin berusaha memperdaya manusia. Hal ini dijelaskan oleh Shafiyyah binti Huyay bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya setan itu berjalan dalam tubuh anak Adam melalui peredaran darah dalam tubuhnya.” (H.R. Muslim).

6. Lubang pusar manusia
Lubang pusar manusia merupakan tempat yang kotor. Sebab tidak banyak orang yang membersihkannya. Sebagaimana kita ketahui bahwa jin dan setan sangat menyukai tempat-tempat yang kotor. Bahkan saat seseorang diruqiyah diketahui bahwa kebanyakan jin bersembunyi dan tinggal di bagian lubang pusar manusia. Meski demikian kita tidak dianjurkan untuk membersihkan lubang pusar hingga mengorek-koreknya. Untuk membersihkannya cukup dengan cara menyekanya secara lembut dengan air atau dengan kapas secara lembut.

7. Lubang kem4luan manusia
Bgaian tubuh terakhir yang menjadi tempat kesukaan jin adalah lubang kem4luan manusia. Dimana setan dan jin akan menambah rasa nikmat saat seseorang sedang berzina dengan cara menstimulir syaraf kem4luan. Oleh sebab itulah dianjurkan untuk menjaga kebersihan organ intim baik pada pria maupun wanita.

Selain itu kita dianjurkan untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW yaitu dengan mencukur rambut kem4luan, memendekkan kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak. Sebab selain menjadikan tubuh lebih bersih dan sehat, kita juga dapat menghalangi jin untuk bersembunyi pada bagian tubuh manusia. Semoga bermanfaat...


sumber : ukhtiindonesia.com

Lakukan 6 Perbuatan Ini, Allah Kokohkan Kaki Saat Lewati Shirathal Mustaqim Menuju Surga

BacaIntisari - Umat Islam tentu sangat familiar dengan Shirathal Mustaqim. Jembatan ini akan dilewati setiap Bani Adam pada pada hari kiamat kelak. Konon Shirathal Mustaqim disebut-sebut seperti rambut yang dibelah tujuh. Sehingga sulit dibayangkan bagaimana manusia bisa melewatinya.

Ditambah lagi, permukaan jembatan ini sangat licin, memiliki kait, cakar dan duri. Meski di ujung jembatan ada surga yang menanti, namun sepanjang lintasan adalah neraka yang berapi-api. Hal ini membuat kaki setiap manusia tidak akan mudah untuk melangkah.


Hanya amalan di dunia saja yang menyelamatkan, sedangkan selebihnya harus pasrah. Jika saja manusia melakukan enam perbuatan ini semasa hidup, maka bisa jadi kaki akan kokoh hingga di ujung jembatan. Apa saja perbuatan tersebut? Berikut selengkapnya.

1. Keterikatan pada Masjid
Perbuatan pertama yang ternyata dapat mengokohkan kaki kita ketika melewati jembatan Ash-Shirat ialah keterikatan pada masjid. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang mengatakan bahwa masjid merupakan tempat bagi orang-orang yang bertakwa.

Oleh sebab itu, Allah akan menyantunu orang yang menjadikan masjid sebagai rumah dengan roh, wewangian, dan rahmat. Tidak hanya itu, orang yang memiliki keterikatan dengan masjid akan diberi petunjuk oleh Allah SWT ketika melewati Ash-Shirat agar bisa masuk ke dalam surga.

2. Ikhlas Bersedekah
Tidak hanya keterikatan dengan masjid, agar bisa lebih kaki kita tidak mudah terperosok ke dalam neraka saat melewati jembatan Ash-Shirat, maka ada perbuatan yang harus kita laksanakan yakni ikhlas dalam bersedekah.

Pada dasarnya sedekah dapat dilakukan dengan apa saja, asalkan sesuatu yang halal. Baik itu harta, jasa bahkan senyuman pun sudah dikatakan sebagai sedekah. Namun, satu hal yang harus diingat ketika kita mengamalkannya belajarkan untuk ikhlas memberikannya kepada orang lain. Sebab ada balasan besar untuk amalan yang demikian. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa berbuat kebaikan dengan bersedekah maka dia diperbolehkan melalui ash-Shiraat dengan mendapatkan petunjuk.”

3. Memaafkan Kesalahan Seorang Muslim
Setiap manusia tentu tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa, baik itu kepada Allah ataupun kepada sesama muslim lainnya. Namun, ternyata sebagai sesama muslim kita harus saling memaafkan kesalahan orang lain. Sebab dengan melakukannya, maka Allah akan memudahkan langkah kita saat melewati jembatan Ash-Shirat di akhirat kelak.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang memberi maaf terhadap orang lain, maka Allah akan menyedikitkan kesulitannya di hari Kiamat.”

4. Mengurangi Beban Kesulitan Orang Lain
Perbuatan selanjutnya yang juga menjadi pengokoh kaki saat melewati jembatan Ash-Shirat ini adalah dengan mengurangi beban kesulitan orang lain. Ketika berada di dunia, sebagai sesama manusia kita harus saling menolong satu sama lain. Saat kita melakukannya dengan hati yang ikhlas, maka Allah akan menolong kita saat berada di akhirat kelak.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menyambungkan bagi saudaranya yang Muslim kepada orang yang mempunyai kekuasaan dalam menyampaikan kebaikan atau memberikan kemudahan kepada orang yang tengah dalam kesulitan, Allah akan memberikan pertolongan atas kemudahan melewati ash-Shiraath pada hari Kiamat ketika kaki tergoyah.”

5. Membantu Kebutuhan Orang Lain
Tidak cukup hanya mengurangi beban orang lain, ternyata untuk dapat mengokohkan kaki saat melewati jembatan ini kita juga harus senantiasa membantu kebutuhan orang lain.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas, disebutkan bahwa telah datang seseorang kepada Rasulullah SAW. dan bertanya, “Wahai Rasulullah, Manusia bagaimana yang paling dicintai oleh Allah?” Rasulullah menjawab, “Manusia yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi yang lainnya, amalan yang paling dicintai oleh Allah yang akan membuat kebahagiaan seorang Muslim yang lain adalah: meringankan kesulitan orang lain, memenuhi sebagian utangnya, memberi makan seseorang yang sedang kelaparan, dan memberikan kemudahan bagi orang yang sedang membutuhkan itu lebih baik daripada beriktikaf di masjid ini selama satu bulan. Barangsiapa yang melapangkan diri untuk membantu orang lain, Allah akan mengisi hatinya pada hari Kiamat dengan keridhaan-Nya dan barangsiapa yang berjalan dengan saudaranya akan suatu kebutuhan kemudian dia bisa memenuhinya, maka Allah akan menetapkan dua kakinya pada hari ketika kaki-kaki akan terpeleset ke dalam neraka.”

6. Menjaga Kaum Mukminin dari Gangguan Kaum Munafik
Perbuatan terakhir yang daoat menolong kita saat melewati jembatan Ash-Shirat adalah dengan menjaga kaum mukminin dari gangguan kaum munafik. Hal ini bertujuan agar kita selamat dari segala macam gangguan kaum munafik yang dapat menjerumuskan kita ke dalam api neraka di akhirat kelak.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muadz bin Anas, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menjaga seorang Mukmin dari gangguan kaum munafik, maka Allah akan mengutus baginya seorang raja yang akan menjaga dagingnya pada hari Kiamat dari panasnya api neraka dan barangsiapa yang menginginkan seseorang terjerumus pada suatu kejelekan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Jahannam sampai dia mau mengakui apa yang dikatakannya.” (HR. Abu Dawud).


sumber : ukhtiindonesia.com

Subhanallah! Berapa Luas Rumah Tempat Tinggal Nabi Muhammad SAW? Ternyata Seperti Inilah Replika Rumah Baginda Nabi Muhammad SAW

BacaIntisari - Rumah tempat tinggal Nabi Muhammad SAW di Madinah terletak di pojokan Masjid Nabawi, tepatnya di tempat yang sekarang dijadikan makam Nabi SAW.

Dirumah itulah Nabi Muhammad SAW hidup dalam kesederhanaan. Hanya beralaskan tanah, berdiding tanah liat, beratapn pelepah kurma dan hanya memiliki sedikit perabotan.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim dijelakan:

" Bahwa suatu hari sayyidina Umar bin Al Khattab pernah menemui baginda Nabi Muhammad SAW. saat itu beliau sedang berbaring di atas tikar kasar yang terbuat dari pelepah kurma. dengan berbantalkan kulit kasar yang berisi serabut ijuk kurma. melihat keadaan Nabi Muhammad yang seperti itu sayyidina Umar pun menangis" .

" Kemudian Nabi Muhammad SAW pun bertanya: Mengapa engkau menangis?" 

Sayyidina Umar Radhiallah anhu menjawab: " Bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini membekas pada tubuhmu. Engkau adalah Rasulullah SAW, Utusan Allah SWT. kekayaanmu hanya seperti ini. sedangkan kisra dan raja-raja lainnya hidup bergelimangkan kemewahan" .

" Nabi Muhammad SAW menjawab: apakah engkau tidak rela jika kemewahan itu untuk mereka di dunia dan untuk kita di akhirat nanti?"

Jawaban Nabi Muhammad SAW menjelaskan kesederhanaannya. Dan rumah yang berukuran panjang tidak lebih dari 5 meter, lebar hanya 3 meter, dengan tinggi atap sekitar 2.5 meter menjadi gambaran bahwa Nabi Muhammad SAW tidaklah hidup dalam kemewahan dunia.

Dalam kitab shohih adabul mufrodkarya Imam Bukhori menyebutkan bahwa Daud Bin Qais berkata:

" Saya melihat kamar Rasulullah saw atapnya terbuat dari pelepah kurma yang terbalut dengan serabut, saya perkirakan lebar rumah ini, kira kira 6 atau 7 hasta (1 hasta sama dengan 0,45 meter), saya mengukur luas rumah dari dalam 10 hasta, dan saya kira tingginya antara 7 dan 8, saya berdiri dipintu aisyah saya dapati kamar ini menghadap Maghrib (Marocco)" .

Subhanallah...

*****

Rumah Nabi SAW di Madinah terletak di pojokan Masjid Nabawi, tepatnya di tempat yang sekarang dijadikan makam Nabi SAW. Sebagaimana biasanya, semua Nabi itu dikuburkan tepat di mana Nabi itu meninggal dunia, demikian pula Nabi Muhammad SAW.

Ukuran rumah Nabi Muhammad SAW dengan panjang tidak lebih dari 5 meter, lebar hanya 3 meter, dan tinggi atap sekitar 2.5 meter.

Hal utama yang menjadi patokan dalam menentukan luas rumah nabi adalah perkataan seorang sahabat Nabi Muhammad saw yang bernama Daud Bin Qais. Dalam kitab Shahih Adabul Mufrod karya Imam Bukhari disebutkan bahwa Daud Bin Qais berkata, “Saya melihat kamar Rasulullah saw, atapnya terbuat dari pelepah kurma yang terbalut dengan serabut. Saya perkirakan lebar rumah ini, kira kira 6 atau 7 hasta, saya mengukur luas rumah dari dalam 10 hasta, dan saya kira tingginya antara 7 dan 8. Saya berdiri di pintu Aisyah saya dapati kamar ini menghadap Maghribi (Marocco)”.

Konversi 1 hasta adalah sekitar 0.45 m (id.wikipedia.org/wiki/Hasta). Jika anda masih ragu lagi, silahkan datang ke makam Nabi Muhammad SAW di madinah dan ukur berapa luas makam nabi di madinah, tepatnya di pojokan masjid nabawi, dan tempat yang sekarang dijadikan makam itulah yang dulunya dijadikan rumah oleh Nabi muhammad SAW.

Demikianlah Nabi Yang Agung itu ternyata hidup dalam kesederhanaan. Rumah beliau beralaskan tanah, dindingnya terbuat dari tanah liat, atapnya dari pelepah kurma dan di dalamnya hanya ada sedikit perabotan. Tak ada kasur dan bantal yang empuk, tak ada AC di musim panas maupun penghangat badan di kala musim dingin, tak ada sofa apalagi springbed.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim disebutkan, “Bahwa suatu hari sayyidina Umar RA pernah menemui Nabi SAW. Saat itu beliau SAW sedang berbaring di atas tikar kasar yang terbuat dari pelepah kurma. Dengan berbantalkan kulit kasar yang berisi serabut ijuk kurma. Melihat keadaan Nabi SAW yang seperti itu Umar RA pun menangis. Kemudian Nabi SAW bertanya: Mengapa engkau menangis? Umar RA menjawab: “Bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini membekas pada tubuhmu. Engkau adalah Rasulullah SAW, Utusan Allah SWT. kekayaanmu hanya seperti ini. Sedangkan Kisra dan raja lainnya hidup bergelimangkan kemewahan. Kemudian Nabi SAW menjawab, “Apakah engkau tidak rela jika kemewahan itu untuk mereka di dunia dan untuk kita di akhirat nanti?”

Agar kita lebih menangkap lokasi rumah Rasulullah SAW, berikut ini replika rumah Nabi, Masjid Nabawi, dan Madinah di tahun ke-8 Hijriyah.




sumber : dream.co.id | cahayadakwah.com

Sesuatu yang Sangat Indah Tentang Surat Ar-Rahman

BacaIntisari - Aku ingin memberitahumu sesuatu yang sangat indah tentang Surat Ar-Rahman. Hal terindah dari Surat Ar-Rahman. Ayat terakhir dari Surat Ar-Rahman :

تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Tabaarakasmurobbika dzil jalaali wal ikram

Ayat terakhir dari Surat Ar Rahman, Allah berfirman : Bahwa dengan Nama Allah, nama Tuhanmu, penuh dengan “Jalal”. Arti dari “Jalal” adalah penuh dengan kemuliaan yang tidak diberikan kepada siapapun. Kata “Jalal” tidak digunakan, kecuali hanya untuk Allah. Kita mengatakan “Allah azza wa Jalla”. Dan Allah menyebut ini di ayat terakhir, bahwa dengan nama Allah, adalah penuh dengan barakah. “Tabaarakasmurobbika”. Tabaraka di sini, berarti sesuatu yang penuh dengan barakah. Jadi kita harus mengerti tentang suatu kata, “barakah”. Barakah yang manakah? Ketika Allah menyebut “dengan nama Tuhanmu yang penuh barakah”, apakah surat ini diawali “dengan nama Allah”? Bagian mana yang diawali dengan ini? Jadi Allah ingin memberitahu kita sesuatu tentang kata Ar-Rahman di akhir surat. Ini saling berhubungan dengan bagian awal. Allah ingin memberitahu, bahwa surat yang diawali dengan nama Allah ini, penuh dengan barakah. Allah sendiri, “tabarakallah”, Allah sendiri penuh dengan barakah. Tapi Allah tidak berbicara tentang dirinya sendiri, Allah berbicara tentang Namanya. Nama itu sendiri, penuh dengan barakah. Jadi apa makna barakah? Dalam Bahasa Arab, barakah adalah :


Pertama, barakah berarti tumbuh, sesuatu yang berkembang, dengan cepat, lebih jauh, meningkat, di atas ekspektasi. Contohnya, kalau kamu menanam satu bibit tanaman, berapa banyak pohon yang kamu harapkan akan jadi? Satu. Kamu masukkan 1, dan tumbuh 10 pohon, maka hal itu di atas harapan. Itulah yang kamu sebut barakah.

Barakah artinya : secara logika, saya dapat 1 pohon, tapi karena barakah, saya dapat 1 hutan. Bagaimana bisa begitu? Itulah barakah. Secara logika, saya dapat 1 hal, seperti hukum newton, aksi dan reaksi. Saya melakukan aksi ini, saya mengharapkan dapat reaksi ini. Tapi satu aksi kecil saya membuat banyak reaksi, ini artinya reaksi itu memiliki barakah.

Barakah dalam Bahasa Arab juga berarti, ketika unta duduk dan tidak bergerak. Karena ketika kamu menumbuhkan sesuatu, kamu menumbuhkan terlalu banyak. Contohnya, Anak-anak akan mengerti hal ini : ketika membangun bangunan tinggi dengan lego, bertumpuk-tumpuk, apakah gedungnya semakin stabil atau jadi kurang stabil? Jawabnya, menjadi kurang stabil, itu akan jatuh, semakin tinggi, semakin berpeluang jatuh, benar kan? Jadi ketika sesuatu menjadi semakin meningkat, itu menjadi kurang stabil. Tapi arti kata “barakah”, sesuatu yang meningkat dan stabil, seperti unta yang duduk di atas pasir, itu tidak bergerak. Dengan kata lain, jangan pikir peningkatan ini akan pergi atau peningkatan yang tidak stabil. Contoh lainnya, kita tahu sesuatu tentang peningkatan yang tidak stabil di Amerika. Ekonomi kita naik dengan cepat, lalu apa yang terjadi? Jatuh dengan cepat. Ini sering terjadi, meningkat dengan cepat, tapi menghilangnya juga dengan cepat. Sering terjadi. Tapi Allah megatakan, “barakah” adalah sesuatu yang meningkat dengan cepat, tapi tetap, dan tidak akan hilang/pergi. Dan Allah menyebut namanya adalah penuh dengan barakah. Apa artinya itu bagimu dan aku? Itu artinya, saat kita menyebut nama Allah, Ar-Rahman, dan kita melakukan sesuatu, menggunakan nama Allah, dengan nama Allah, berpegang pada barakah pada nama Allah, maka apapun yang kita lakukan, akan menghasilkan sesuatu yang baik, tapi menghasilkan sesuatu yang baik itu akan melebihi harapan kita, dan akan terus bertumbuh, dan tidak akan pernah hilang. Itu akan terus tumbuh, tumbuh, tumbuh dan tumbuh. Kau tahu, karena dengan 1 ayat ini, setiap muslim seharusnya merasa optimis. Kita tidak akan pernah merasa pesimis. Apapun yang kamu lakukan. Contohnya, saya berbicara di sini di depan ribuan audiens, bahkan ada ribuan yang menonton via online, tapi mungkin diantara kamu ada yang Guru mengaji, dan kamu tidak punya ribuan murid, kamu hanya punya satu murid. Kamu membuka madrasah, dan hanya 1 murid yang datang kepadamu. Satu murid. Dan kamu mungkin berfikir, 1 murid? Lalu kenapa, apa masalahnya? Atau misalnya kamu berceramah, tapi hanya 1 yang datang (mungkin kamu akan meremehkan). Padahal sebenarnya, ribuan audiens ini, hanyalah apa yang saya lihat. Apa yang kamu dan saya lihat.

Barakah dari mengajar 1 orang, barakah dari menolong 1 orang, barakah dari melakukan 1 kebaikan, setelah kamu mengucap Bismillahi Arrahmaanirrahiim, hasil dari itu, kamu tidak akan bisa menghitungnya, karena semua berasal dari Allah dan itu akan tumbuh, tumbuh, tumbuh dan tumbuh, menembus batas harapan manusia; menembus batas logika, matematika, tidak bisa masuk di dalamnya. Kamu tidak akan pernah tahu jika ada 1 anak yang kamu ajarkan huruf “Ba”, satu anak itu, justru akan menjadi Mujadid dari ummat ini, bahwa suatu hari jutaan orang akan mengucapkan syahadah karena dakwah anak itu. Dan kamu lah yang menjadi awal perjalanannya. Kamu tidak tahu itu. Saya tidak tahu akan itu.

Saya akan ceritakan kisah pribadi tentang barakah. Ketika dulu saya mulai belajar Bahasa Arab, saya membaca Inggris, tapi saya membaca Shakespeare dalam translasi Inggris, itu sangat sulit dimengerti. Jadi saya ikut kelas Bahasa Arab saja. Saat saya mengikuti kelas itu, saya masih ingat hanya ada 10 murid di masjid, setelah Ramadhan. 10 murid di hari pertama. Kelas ini akan berjalan selama 3 minggu, setiap hari, setiap malam.Sepuluh murid di hari pertama, sembilan murid di hari kedua, enam murid di hari ketiga, tiga murid di hari keempat, dan saya lihat ke kiri dan ke kanan, apakah saya juga harus pergi? Saya tidak tahu. Dan sang guru di hari ketiga atau keempat, dia mengatakan, “Orang akan datang dan pergi, dan meski tidak ada diantara kamu yang datang, saya akan tetap di sini menunggu kamu. Aku akan tetap di sini menunggu kamu. Kamu tahu kenapa? Karena saat kita melakukan sesuatu karena Allah, maka kita tidak mengharapkan dari manusia, kita hanya mengharap dari Allah. Saya mendapat bayaran dari Allah, bukan dari kamu. Aku di sini karena Allah.” Jadi ketika dia mengatakan itu, dia percaya akan “barakah”. Murid lain duduk di kelas, dan meski saya duduk disitu, belajar semuanya, tapi ini belajar apa sih intinya, aku hanya belajar 3 minggu, aku di sini di Kota New York, aku tidak punya uang untuk pergi ke Mesir, atau pergi ke Qairo, Maroko, atau pergi ke Pakistan, Malaysia, saya tidak punya. Aku harus duduk di sini, bekerja, pulang kuliah dan melakukan ini (belajar) hanya selama  3 mingggu? Apa yang dapat kulakukan setelah itu, bagaimana saya akan belajar.” Tapi ketika Allah memasukkan “barakah” pada sesuatu, itu bukan tergantung pada kita. Ketika aku melihat kembali ke masa lalu dari tahun 1999 sampai sekarang, aku telah berbicara di hadapan 10.000 murid, dan secara estimasi, Subhanallah dalam audiens langsung, setidaknya sudah 79.000 orang. Dan itu hanya untuk di kelas Bahasa Arab, belum termasuk Al Qur’an. Kamu tahu bahwa kelas Bahasa Arab itu membosankan kan? Dalam kelas Bahasa Arab, saya tahu saya sudah mengajar setidaknya 20.000 orang. Secara fisik. Dari kota ke kota di Amerika. Saya sudah melihat orang sebanyak itu. Dan Subhanallah. Itu bukan dari saya. Itu dari Allah yang Allah sebut “barakah”. Jangan pernah meremehkan sebuah nilai yang kamu lakukan. Jangan meremehkan. Ketika Dia sudah memasukkan “barakah”, maka itu akan di atas harapan kamu.

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. 65 : 3) [ANW/Syahida.com)

Disampaikan oleh Ustd. Nouman Ali Khan di Malaysia.




sumber : syahida.com
loading...